Pasalnya, peraturan terkait transgender dalam dunia militer Amerika Serikat dinilai sudah usang dan akan dikaji selama enam bulan ke depan. Bila dirasa perlu, aturan tersebut akan dicabut. Selain itu akan juga dibahas soal sejauh mana pencabutan peraturan bisa mempengaruhi militer.
"Peraturan Departemen Pertahanan yang berlaku saat ini terkait dengan anggota pelayanan (militer) transgender sudah ketinggalan jaman dan menyebabkan ketidakpastian," kata Menteri Pertahanan Amerika Serikat Ashton Carter seperti dimuat
BBC (Selasa, 14/7).
Orang-orang transgender sendiri sebenarnya saat ini telah ada yang bergabung dengan militer Amerika Serikat dan menduduki sejumlah pos. Namun Carter menekankan bahwa kajian soal peraturan tersebut akan berupaya membuat personil militer transgender mampu melayani secara terbuka di masyarakat.
"Kita memiliki tentara, pelaut, penerbang, dan marinir transgender yang saya tahu tengah terluka oleh pendekatan (peraturan) yang usang, membingungkan dan tidak konsisten," sambungnya.
Masuknya transgender dalam tubuh militer Amerika Serikat diawali sejak negeri Paman Sam pada tahun 2011 lalu mengakhiri kebijakan "don't ask, don't tell" yang memungkinkan orang-orang gay untuk bisa ambil bagian dalam pelayanan militer secara terbuka. Dalam prosesnya, hal itu sukses membahas perubahan soal aturan transgender.
[mel]
BERITA TERKAIT: