Sebagai bagian dari upaya itu, pemerintah Kolombia sepakat untuk menarik aktivitas militernya dari melawan pemberontak pada 20 Juli mendatang bila FARC bisa memenuhi janji atas gencatan senjata sepihak.
Pernyataan bersama itu dibacakan oleh mediator internasional di ibukota Kuba, Havana yang merupakan lokasi dimulainya pembicaraan tiga tahun yang lalu.
Seperti dimuat
BBC (Senin, 13/7), dalam pernyataan tersebut, pemerintah dan pasukan pemberontak mengatakan bahwa mereka akan bekerjasama untuk mempercepat perjanjian gencatan senjata permanen.
Kemajuan perjanjian baru itu sendiri akan dinilai oleh kedua belah pihak selama empat bulan ke depan.
Kesepakatan bersama itu merupakan langkah perkembangan pertama yang dilakukan oleh pemerintah Kolombia sejak pembicaraan dengan pemberontak FARC dimulai pada tahun 2012 lalu.
Perlu diketahui, kelompok pembeorntak FARC mengumumkan akan memulai gencatan senjata sepihak pada 20 Juli mendatang. Kata kepala negosiator FARC di Kuba, Ivan Marquez, gencatan senjata itu diharapkan bisa mengarah pada gencatan senjata bilateral yang permanen.
[mel]
BERITA TERKAIT: