Beberapa hari sebelumnya, gereja tersebut menjadi saksi bisu penembakan yang dilakukan oleh seorang pria berusia 21 tahun bernama Dylann Roof.
Ia melepaskan tembakan ke sejumlah jemaat di gereja tersebut. Akibatnya, sebilan orang tewas dalam serangan itu.
Selang sehari setelah penyerangan, Dylann segera diamankan oleh pihak kepolisian.
Diduga, seperti dimuat
BBC, isu rasisme menjadi motif di balik penyerangan tersebut.
Dalam penyelidikan, Dylann diketahui sempat duduk bersama dengan para jemaat gereja selama satu jam sebelum melancarkan aksinya tersebut.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: