Begitu kata kepala Asia analysis di IHS Country Risk Omar Hamid seperti dimuat
Reuters (Jumat, 19/6).
Ia mengatakan bahwa popularitas ISIS saat ini telah menggeser kelompok militan lainnya dari perhatian publik di kawasan Asia Selatan.
"Sebagian besar situs-situs telah mengkonversi konten mereka untuk membahas platform ISIS," sambungnya.
Sejauh ini, beber Omar, kampanye media sosial ISIS telah berhasil mengumpulkan sekelompok orang yang membelot dari Taliban.
Sejumlah komandan dari Taliban di Afghanistan telah menyatakan kesetiannya pada ISIS. Sementara itu di Pakistan, sejumlah fraksi Taliban juga telah ada yang menyatakan kesetiannya pada ISIS.
Menanggapi hal itu, Taliban di Afghanistan menyurati ISIS dan mendesak kelompok tersebut untuk menghentikan perekrutan di Afghanistan.
"12 bulan lalu, mayoritas situs media sosial di Urdu atau Pashto, hampir 70 persennya membahas soal kelompok jihad Asia Selatan," ujar Omar.
"Namu hal itu berubah dengan 95 persen konten membahas soal ISIS sejak September tahun lalu," tambahnya.
Omar Hamid merupakan seorang mantan perwira polisi kontra-teror Pakistan. Ia melakukan analisa pada puluhan konten Twitter dan Facebook milik militan dan situs propaganda militan.
[mel]
BERITA TERKAIT: