Hal itu terjadi menyusul konfirmasi terkait ditemukannya kasus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) pertama yang dibawa seorang turis di negara tersebut kemarin.
Saham bandara Thailand Pcl diketahui turun 42 persen, maskapai Thai Airways International Pcl turun 2,3 persen, sedangkan Central Plaza Hotel Pcl anjlok 6,6 persen.
Selan penurunan saham, tubuh penerbangan sipil Thailand pun segera menjadi sorotan karena dinilai gagal melakukan pengawasan dalam penerbangan.
"Hal ini bisa meredam prospek untuk sektor pariwisata yang menjadi satu-satunya titik terang bagi perekonomian Thailand sejauh ini," kata ahli strategi pasar Nattariya Wittayatanaseth seperti dimuat
Channel News Asia.
Diketahui, kasus MERS pertama dibawa oleh seorang pebisnis berusia 75 tahun asal Oman yang terbang ke Thailand untuk menjalani pengobatan penyakit jantung.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: