Jual beli ASI diketahui terjadi di sejumlah negara. Biasanya ASI di jual melalui online lewat situs spesialis dan kelompok media sosial.
ASI biasanya diperjualbelikan untuk membantu perempuan yang kesulitan dalam memproduksi ASI bagi anaknya. Belakangan, tak jarang ASI juga dibeli oleh binaragawan atau pasien kanker karena diklaim bisa membantu membentuk otot dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Namun demikian, peneliti Inggris membantah klaim tersebut. Tim peneliti menemukan bahwa susu yang tidak mengalami proses pemanasan makanan atau pasteurisasi berpotensi membawa kuman berbahaya.
Seorang peneliti dari Barts and London School of Medicine and Dentistry yakni Dr Sarah Steele mengatakan kepada
BBC (Kamis, 18/6) bahwa 93 persen dari ASI yang dijual secara online terdeteksi mengandung bakteri dan kuman.
Pasalnya, ASI yang dijual tidak melalui proses pasteurisasi untuk membunuh organisme merugikan. Selain itu peralatan yang digunakan pun tidak steril untuk menjaga dan menyimpan ASI.
Bukan hanya itu, ASI yang diperjualbelikan itu juga tidak memiliki standar keamanan yang ketat selayaknya produk makanan pada umumnya. Sehingga ASI yang dijual pun rentan mengandung bakteri dan kuman, termasuk hepatitis B dan C, serta sifilis.
Lebih lanjut Dr Steele juga menekankan kekhawatiran akan penjualan ASI kepada pasien kanker. Karena ada klaim yang menyebut, konsumsi ASI untuk pasien kanker bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
"ASI diiklankan dengan manfaat kekebalan tubuh, tapi sebenarnya ASI itu menimbulkan risiko nyata," sebutnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: