Perdebatan soal metode pemilihan pemimpin Hong Kong secara untuk tahun 2017 mendatang itu menjadi sorotan di kalangan aktivis pro demokrasi Hong Kong sejak beberapa bulan terakhir.
Pasalnya dalam paket reformasi itu ada campur tangan Tiongkok untuk menyeleksi kandidat yang akan bertarung dalam pemilu. Hal ini dinilai oleh para aktivis sebagai kemunduran demokrasi.
Proses pembahasan paket reformasi pemilu di legislatif Hong Kong hari ini juga tidak luput dari perhatian masyarakat. Ribuan warga Hong Kong berkumpul di depan gedung legislatif untuk mengawal proses pembahasan.
Channel News Asia mengabarkan, hasil akhir pembahasan itu sendiri rencananya akan diputuskan akhir pekan ini.
Dalam survei terbaru yang digelar oleh tiga universitas di Hong Kong menunjukkan bahwa 47 persen responden mendukung usulan reformasi yang akan memberikan suara langsung untuk pemimpin berikutnya, namun tidak dengan bantuan seleksi dari Tiongkok. Sementara itu 38 persen lainnya menentang usulan reformasi itu, sedangkan sisanya masih ragu-ragu.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: