Batasi Media Jelang Pemilu, Myanmar Dikritik Amnesty

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 17 Juni 2015, 15:27 WIB
Batasi Media Jelang Pemilu, Myanmar Dikritik Amnesty
myanmar/net
rmol news logo Kelompok HAM internasional yang berbasis di London, Amnesty International mengecam pemerintah Myanmar karena menghambat kinerja media dalam melakukan peliputan jelang pemilihan umum yang akan digelar di negara tersebut.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Rabu (17/6), Amnesty menekankan bahwa pemerintahan Presiden Thein Sein kerap melakukan ancaman, pelecehan, dan bahkan kurungan penjara untuk mengintimidasi media menjelang pemilihan umum Myanmar. Pemilihan umum itu sendiri dijadwalkan akan digelar pada akhir Oktober atau awal November tahun ini.

Amnesty membeberkan bahwa sepanjang tahun lalu saja pemerintah Myanmar telah mengintensifkan pembatasan terhadap kebebesan berekspresi. Sejak setahun terakhir, setidaknya ada 10 pekerja media yang dipenjara karena melaksanakan tugasnya.

Pembatasan pada kerja media, menurut Amnesty, merupakan tindakan yang menghambat laju reformasi demokrasi yang digaungkan oleh negara tersebut.

Perlu diketahui, pada taghun 2011 lalu, pemerintah Myanmar yang menggantikan kepemimpinan junta militer telah berjanji untuk menegakkan rencana reformasi demokrasi.

Namun demikian, seperti dimuat Press TV, belum ada komentar lebih lanjut dari pemeirntah Myanmar terkait kritik tersebut. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA