Menurut keterangan pemerintah Nigeria seperti dimuat
Reuters (Selasa, 16/6), dari 33 migran yang tewas, 18 di antaranya tewas pekan lalu di dekat perbatasan dengan Aljazair. Mereka meninggal karena dehidrasi.
"Penggunaan rute yang tidak aman dan penolakan untuk mengambil konvoi militer selalu menjadi asal dari tragedi in," kata pemerintah Nigeria dalam sebuah pernyataan.
Namun demikian penilaian organisasi internasional untuk penanganan migrasi (IOM) memprediksi jumlah tersebut lebih besar. Mengingat ada ribuan orang yang berupaya menyeberangi gurun untuk mencapai wilayah Eropa.
"Kita tahu bahwa pedagang meningkat di daerah melalui gurun Libya. Kami percaya bahwa telah terjadi mengurangi hitungan (korban tewas) karena wilayah yang terpencil dan sulitnya melakukan patroli," kata keterangan IOM.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: