Wanita berusia 36 tahun bernama Hanan Mahmoud Abdul Karim itu diketahui dirawat di rumah sakit swasta di Amman Yordania untuk melakukan operasi caesar pada tanggal 24 April lalu.
Hanan mengklaim bahwa selama prosedur operasi, dokter telah meninggalkan ponsel di dalam perutnya.
Kepada
Gulf News seperti dimuat
Daily Mail pada Rabu (13/5), sang ibu, Majeda Abdul Hamid menyebut bahwa putrinya telah melahirkan anak laki-laki dengan bobot 4.8kg. Setelah kondisi putrinya stabil, ia pun pulang dari rumah sakit.
Namun tak lama setelah meninggalkan rumah sakit, sang putri mengaku merasakan ada getaran di dalam perut dan ia menderita sakit.
"Putriku menderita sakit serius dan tidak bisa bergerak," kata Majeda Abdul Hamid.
"Aku membawanya kembali ke rumah sakit tempat dia dirawat, tapi tidak ada yang dilakukan untuknya," sambungnya.
Hanan pun kemudian dilarikan ke rumah sakit umum Al Bashir untuk mendapatkan penanganan di mana sinar-X menemukan ada benda asing di dalam perutnya.
Ia mengklaim bahwa ahli bedah segera melakukan operasi untuk mengeluarkan ponsel dari dalam perutnya.
Kasus Hanan pun kemudian diseret ke parlemen Yordania. Seorang anggota parlemen Salim Al Bataynah meminta pemerintah Yordania untuk mengundurkan diri karena lalai dengan insiden itu.
"Di negara-negara yang menunjukkan rasa hormat kepada bangsa mereka, dan mengikuti skandal tersebut, pemerintah biasanya mengundurkan diri," sebutnya.
Namun juru bicara Kementerian Kesehatan Yordania Hatem Al Azrae menyebut bahwa cerita Hanan tersebut tidak berdasar dan dibuat-buat.
[mel]
BERITA TERKAIT: