Belum diketahui identitas kerangka tersebut. Namun keduanya diduga terkait dengan penyelundupan manusia.
Satu di antara dua kerangka itu ditemukan dalam keadaan diikat ke sebuah pohon.
Penemuan itu terjadi hanya selang beberapa hari setelah ditemukannya 26 jasad manusia di sebuah kuburan massal di wilayah Songkhla Thailand.
Kuburan massal itu ditemukan di kamp di hutan provinsi Songkhla dekat wilayah perbatasan Malasia. Jalur tersebut kerap kali digunakan sebagai rute penyelundupan manusia, terutama dari kelompok Rohingnya yang melarikan diri dari Myanmar.
BBC memuat, setiap tahunnya ribuan orang diperdagangnya melalui Thailand dan Malaysia. Sebagian di antara mereka merupakan kelompok Rohingnya yang melarikan diri dari kekerasan sekretarian di Myanmar.
Banyak dari para korban perdagangan manusia diperkirakan meninggal karena penyakit atau kelaparan.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: