Singapura Bebaskan 57 Ekstrimis Sejak 2002

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Sabtu, 18 April 2015, 09:57 WIB
Singapura Bebaskan 57 Ekstrimis Sejak 2002
lee hsien loong/net
rmol news logo Sejak tahun 2002 lalu, Singapura telah membebaskan lebih dari 57 orang tahanan ekstrimis yang telah direhabilitasi dan dianggap tidak lagi menimbulkan ancaman keamanan.

Begitu kata Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dalam penutupan acara East Asia Summit on Religious Rehabilitation and Social Integration pada Jumat (17/4).

Lee menjelaskan, tindakan keamanan dan operasional tidak cukup untuk melawan ancaman teror. Melainkan diperlukan juga rehabilitasi dan reintegrasi.

Dalam konteks Singapura, kata Lee, negaranya perlu mengatasi agama dan sosial sebagai bagian dari pendekatan yang lebih luas untuk mengatasi masalah.

"Komunitas Muslim perlu dibimbing dan bekerja harus dilakukan untuk mencegah ide-ide sesat dan berbahaya. Kami harus bekerja untuk membangun masyarakat yang terintegrasi, harmonis dan multi-agama. Sehingga kita menghindari masalah marjinalisasi, kantong-kantong agama, kesalahan persepsi dan kebencian, yang dapat memicu terciptanya ekstremisme agama dan terorisme," jelas Lee seperti dimuat Channel News Asia.

"Secara khusus, di Singapura, kami memiliki minoritas besar Muslim di tengah-tengah kita, hidup damai dengan ras lain dan agama Jadi setiap serangan teroris memanggil nama Islam sia-sia akan memiliki konsekuensi serius bagi kita," tandasnya. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA