"Pengalaman mengerikan pemerkosaan, perbudakan seksual, dan perkawinan paksa yang dilakukan oleh kelompok-kelompok ekstrimis, termasuk sebagai taktik teror," kata Sekretaris Jenderal PBB Ban Kim-moon dalam laporan tahunan PBB yang dirilis pada Senin (13/4).
Menurut laporan tersebut, kekerasan seksual di Irak, Suriah, dan Nigeria tidak terjadi secara kebetulan, melainkan berkaitan dengan tujuan strategis, ideologi, dan pendanaan dari kelompok ekstrimis.
Laporan PBB itu ditulis berdasarkan analisa terhadap kelompok militan ISIS, Boko Haram dan 11 kelompok teror lainnya.
Dalam laporan yang sama disebutkan juga bahwa penculikan merupakan salah satu episode yang paling mengkhawatirkan dari sepanjang tahun 2014 lalu.
"Kawin paksa, perbudakan dan penjualan ank perempuan yang diculik merupakan pusat modus operandi dan ideologi Boko Haram," bunyi laporan itu seperti dimuat
Press TV.
[mel]
BERITA TERKAIT: