Begitu bunyi laporan terbaru Amnesty International seperti dimuat
Channel News Asia pada Selasa (14/4).
Laporan itu disusun berdasarkan hasil penelitian dan wawancara terhadap hampir 200 orang, termasuk 28 wanita dan anak perempuan yang berhasil melarikan diri dari penculikan mereka.
Salah seorang narasumber Amenesty, Aisha menjelaskan bahwa ia diculik oleh Boko Haram dari sebuah acara pernikahan temannya September tahun lalu, bersama dengan pengantin perempuan dan saudara perempuannya.
Ia mengaku berkali-kali diperkosa secara berkelompok dan dilatih untuk bertempur serta dipaksa ikut ambil bagian dalam serangan di kampung halamannya. Dengan mata kepalanya sendiri ia melihat pembunuhan saudara perempuan dan sekitar 50 orang lainnya.
Penculikan wanita dan anak perempuan itu hanyalah salah satu bentuk tindak kejahatan yang dilakukan oleh Boko Haram di samping kejahatan kemanusiaan lainnya di Nigeria.
"Laki-laki dan wanita, Kristiani dan Muslim, telah dibunuh, diculik, dan menjadi korab kebrutalan Boko Haram selama teror di sejumlah wilayah," kata Sekretaris Jenderal Amnesty International, Salil Shetty.
Lebih dari 3.5 juta orang di Nigeria, Kamerun, dan Chad telah dipengaruhi oleh ulah Boko Haram. Termasuk di antaranya 800 ribu anak-anak yang terpaksa melarikan diri dari rumah mereka dan mengungsi.
[mel]
BERITA TERKAIT: