Keputusan itu diambil oleh Kementerian Kebudayaan Iran di tengah dugaan pelecehan yang dialami oleh dua orang peziarah pria Iran yang pergi ke Jeddah pada Maret lalu.
Juru bicara Kementerian Hossein Nooshabadi kepada stasiun televisi nasional menyebutkan bahwa perjalanan umroh itu akan ditunda hingga pemerintah Arab Saudi menerapkan sikap yang kuat untuk kasus tersebut.
Ia pun menegaskan bahwa pihaknya menuntut hukuman mati untuk kasus tersebut. Namun demikian, tidak dijelaskan lebih lanjut soal detil kasus pelecehan tersebut.
Seperti dimuat
Associated Press, setiap tahunnya ada sekitar 500 ribu warga Iran yang berkunjung ke Arab Saudi. Mereka mengunjungi dua tempat suci umat Islam yakni Mekkah dan Madinah.
Hubungan Iran dan Arab Saudi diketahui mengalami fase yang buruk sejak beberapa waktu terakhir, terutama terkait serangan udara yang dilakukan Arab Saudi kepada pemberontak Houthi di Yaman.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: