Menurut laporan terbaru UNICEF, sebagian di antara anak-anak itu menderita penganiayaan dan tekanan emosional.
Dalam laporan yang sama juga disebutkan bahwa jumlah pengungsi anak telah meningkat dua kali lipat dalam satu tahun terakhir. Mereka terpaksa mengungsi melintasi perbatasan timur laut Nigeria.
Tidak sedikit di kalangan anak-anak pengungsi itu yang telah menjadi sasaran pelecehan seksual, perkawinan paksa, penculikan, serta pembunuhan.
Bahkan beberapa di antara mereka ada yang dijadikan senjata. Anak-anak itu dibuat bertarung dengan kelompok-kelompok bersenjata dan kadang digunakan sebagai bom manusia.
Peningkatan jumlah pengungsi anak berbanding lurus dengan jumlah anak yang tidak bersekolah. Seperti dimuat
ABC News, jumlah anak tidak sekolah di Nigeria meningkat dari 8 juta pada tahun 2007 hingga 10.5 juta pada tahun ini.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: