Bunga anggrek itu diberikan Soekarno secara langsung saat menyambut Kim Il-sung di Kebun Raya Bogor. Bunga anggrek itu pun kemudian diberi nama "kimilsungua" atau bunga anggrek Kim Il-sung.
"Ini adalah hari di mana 50 tahun yang lalu Kim Il-sung bertandang ke Indonesia," kata duta besar Republik Rakyat Demokratik Korea, Ri Jong Ryul dalam peringatan 50 tahun penamamaan kimilsungia yang digelar di Taman Anggrek Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta siang tadi (Senin, 13/4).
Ri menjelaskan, kunjungan Kim Il-sung ke Indonesia pada saat itu telah meletakkan dasar hubungan bilateral yang baik untuk perkembangan hubungan Indonesia dan Korea Utara.
"Dalam kunjungan saat itu, Kim Il-sung bertemu dengan Soekarno dan membocarakan banyak hal yang bersifat saling membangun baik dalam bidang ekonomi, budaya, dan sektor lainnya," jelas Ri.
Bagi Kim Il-sung, jelas Ri, Soekarno merupakan rekan seperjuangan. Selain karena kedua pemimpin negara sama-sama merupakan founding father negara yang baru lepas dari kolonial, tapi juga memiliki visi sejalan soal anti imprealisme dan pembangunan bangsa.
Ri menambahkan, bagi warga Korea Utara, kimilsungia memiliki makna yang lebih dari sekedar bunga anggrek yang indah dipandang.
"Kimilsungia merupakan bunga yang akan terus ditanam di Korea Utara. Hal ini merupakan simbol dari janji kami untuk terus meningkatkan hubungan baik dengan Indonesia," beber Ri.
Dalam peringatan itu, selain dipamerkan sejumlah kimlisungia, juga dipamerkan sejumlah foto para pemimpin Korea utara, mulai dari Kim Il-sung, Kim Jong-il, dan Kim Jong-un. Selain itu ada juga pameran lukisan, kerajinan tangan, serta buku yang berkaitan dengan Korea Utara.
Bukan hanya itu, dalam acara yang sama juga diputar tayangan video dokumenter saat Kim Il-sung berkunjung ke Indonesia pada April tahun 1965.
[mel]
BERITA TERKAIT: