Menurut pengakuan pria berusia 22 tahun itu, ia diserang oleh seseorang yang duduk di belakangnya saat ia tertidur di dalam pesawat Air Canada bernomor penerbangan 8623 menuju Atlanta. Ia diserang di bagian leher dengan kabel headphone.
"Saya mencoba menariknya (kabel) dan kemudian orang lain berusaha membantu saya. Saya pun selamay dan ia mengatakan bahwa kami berada di sini untuk membunuhnya," kata Minatel kepada
CNN.
Insiden itu terjadi sekitar setengah jam sebelum pesawat mendarat. Pilot pun telah mulai menurunkan ketinggian pesawat.
Pria itu pun kemudian sulit dikendalikan. Namun awak pesawat menyuruhnya untuk tetap duduk sambil mengenakan sabuk pengaman. Pria itu pun beberapa kali mencoba untuk berontak.
Tak lama setelah pesawat mendarat, pria itu pun langsung diamankan dan dikawal saat turun pesawat. Bahkan, FBI langsung ambil bagian dalam penyelidikan serangan tersebut.
"Penumpang itu dibawa untuk evaluasi medis dan mental di bawah arahan dan koordinasi kepolisian Atlanta," kata agen khusus FBI Stephen Emmett said.
Minatel sendiri diketahui berada di dalam penerbangan bersama tim sepakbolanya, Ottawa Fury Football Club dari divisi dua liga sepakbola Amerika Utara. Mereka dijadwalkan bermain dalam Atlanta Silverbacks hari ini.
[mel]
BERITA TERKAIT: