"Semua sanksi harus dihapus ketika perjanjian ditandatangani. Jika penghapusan sanksi bergantung pada proses lain, lalu mengapa kita memulai negosiasi?" kata Khameini (Kamis, 9/4).
Komentarnya itu adalah pernyataan perdana Khameini sejak kesepakatan nuklir antara Iran dan enam negara kekuatan dunia atau P5+1 dicapai pekan lalu di Lausanne, Swiss.
Sanksi yang dimaksud Khameini mencakup resolusi PBB terkait nuklir serta sanksi ekonomi yang diterapkan Amerika Serikat dan Uni Eropa.
Namun demikian, Amerika Serikat menegaskan bahwa semua sanksi terhadap Iran akan dicabut secara bertahap.
"Di bawah parameter yang disepakati parameter, sanksi akan ditangguhkan secara bertahap setelah verifikasi bahwa Iran telah memenuhi komitmen khusus," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Jeff Rathke seperti dimuat
Reuters.
Ia menolak untuk memberikan komentar khusus terkait pernyataan Ayatollah.
Perlu diketahui, Amerika Serikat dan Uni Eropa menerapkan sejumlah sanksi tehadap Iran karena program nuklir yang dikembangkannya. Salah satu di antaranya adalah menerapkan sanksi terhadap hampir 1,5 juta barel per hari (bph) dari ekspor Iran sejak awal tahun 2012. Hal itu mengurangi ekspor minyak Iran sebesar 60 persen menjadi sekitar 1 juta barel per hari.
Iran dan P5+1 yakni Amerika Serikat, Jerman, Perancis, Inggris, Rusia dan Tiongkok masih terus melanjutkan negosiasi dalam beberapa hari mendatang untuk membuka jalan bagi kesepakatan akhir terkait nuklir Iran.
[mel]
BERITA TERKAIT: