Menurut jurubicara Gedung Putih, John Earnest, bala bantuan tersebut tidak berperang secara langsung dalam memerangi ISIS.
"Mereka tidak akan terlibat dalam pertempuran," lanjut Earnest, Jumat (7/11) seperti dikabarkan
AFP.Selain itu, Presiden AS, Barack Obama, juga telah mengajukan alokasi anggaran sebesar US$ 5,6 miliar atau sekitar Rp 6 triliun untuk kebutuhan militer dalam memerangi ISIS. Langkah ini bertujuan memperluas program pelatihan AS terhadap pasukan Irak untuk merebut kembali wilayah-wilayah yang direbut ISIS, termasuk Provinsi Anbar.
Pekan lalu, otoritas pemerintahan Provinsi Anbar, Irak, menyatakan kelompok ISIS telah membunuh ratusan orang dari kelompok Sunni. Dikabarkan bahwa ada 322 warga Sunni yang tewas saat memerangi ISIS di provinsi yang terletak di bagian barat Irak itu.
[ald]
BERITA TERKAIT: