Gunung yang terletak 200 kilometer sebelah barat Tokyo itu diketahui erupsi, memuntahkan bebatuan serta abu secara mendadak tanpa adanya peringatan sebelumnya pada Sabtu (27/9). Sekitar 250 orang yang sempat terperangkap di sekitaran gunung berhasil diselamatkan.
Para saksi mata menyebut bahwa ketika erupsi terjadi, mereka mendengar suara dentuman besar seperti petir yang disusul oleh muntahan abu vulkanik.
"Kami tidak bisa bernafas, jadi kami memutupi mulut dengan handuk. Kami juga tidak bisa membuka mata kami," kata seorang saksi mata menggambarkan betapa pekat abu yang dihasilkan oleh erupsi.
"Abu vulkanik meluncur begitu cepat sehingga saya tidak bisa berlari. Saya khawatir masih ada orang di gunung," kata saksi mata lainnya kepada
BBC.
Diperkirakan setidaknya ada 45 pendaki yang masih belum ditemukan. Upaya penyelamatan akan diintensifkan hari ini (Senin, 29/9).
Sejauh ini, ada empat orang yang dikonfirmasi tewas. Petugas penyelemat sendiri baru mengkonfirmasi korban tewas bila sudah ada pemeriksaan formal oleh dokter.
Gunung Ontake merupakan gunung merapi tertinggi kedua di Jepang setelah Gunung Fuji. Gunung tersebut merupakan salah satu destinasi favorit bagi para pendaki, terutama ketika musim gugur.
Menurut catatan Global Volcanism Program at the Smithsonian Institute, Gunung Ontake terakhir kali erupsi pada tahun 1979 lalu dan memuntahkan setidaknya 200 ribu ton abu selama beberapa bulan.
[mel]
BERITA TERKAIT: