"Perlu upaya penanganan serius oleh semua pihak yang terlibat. Kami yakin ini memekan waktu beberapa tahun," kata juru bicara militer Amerika Serikat, John Kirby di Wahington pada Rabu (24/9).
Ia mengklaim, saat ini serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dengan lima negara Arab lainnya ke wilayah yang diduduki ISIS si Suriah mulai awal pekan ini telah berhasil melumpuhkan sebagian kemampuan ISIS.
"Kami pikir, kami telah menyerang apa yang kita tuju," sebutnya.
Laporan yang dikutip
BBC menyebut, setidaknya ada 70 militan ISIS, 50 militan kelompok ekstrimis lainnya yang berafiliasi dengan al Qaeda, serta delapan warga sipil tewas dalam serangan udara yang pertama kali dilancarkan Amerika Serikat di luar wilayah Irak itu.
Sebelumnya, sejak Agustus lalu Amerika Serikat memfokuskan diri melancarkan serangan udara ke wilayah Irak yang diduduki ISIS. Tercatat setidaknya ada hampir 200 serangan yang dilancarkan di Irak.
Serangan yang diperluas ke Suriah menargetkan sejumlah titik di wilayah Raqqa yang telah diduduki oleh ISIS.
Sehari sebelumnya Amerika Serikat menegaskan bahwa langkah yang diambilnya didukung oleh negara-negara Arab. "Ini bukan hanya perjuangan Amerika sendiri," kata Obama.
Setidaknya ada lima negara Arab yang mengambil bagian dalam serangan ke Suriah, yakni Uni Emirat Arab, Yordania, Bahrain, dan Qatar.
[mel]
BERITA TERKAIT: