"Alan adalah seorang pria yang cinta damai dan bekerja (sebagai relawan) tanpa pamrih," kata Barbara dalam pernyataan yang dirilis melalui Kementerian Luar Negeri Inggris, seperti dilansir
Reuters (Minggu, 21/9).
Mirisnya, lanjut Barbara, Alan disandera saat menjalankan tugas sosial. Saat itu, Alan tengah mengambil obat-obatan ke rumah sakit di barat laut Suriah pada Desember tahun lalu.
"Ketika ia dibawa, dia sedang mengemudi ambulans yang penuh makanan dan air yang akan diberikan kepada siapapun yang membutuhkan," tutur Barbara.
Pernyataan Barbara ini muncul seminggu setelah penculik mengancam akan membunuh suaminya. Alan muncul dalam sebuah video yang dirilis ISIS pekan lalu bersama dengan video yang menunjukkan pembunuhan warga Inggris lainnya, David Haines.
Dalam video itu, sang algojo bertopeng mengancam akan membunuh Alan jika Perdana Menteri Inggris David Cameron terus mendukung perang melawan ISIS.
"Saya berdoa agar orang-orang yang menyandera Alan menanggapi pesan saya dan menghubungi saya sebelum terlambat. Saya mohon kepada militan ISIS untuk menggunakan hati mereka melepaskan suami saya," pinta Barbara.
[ian]
BERITA TERKAIT: