Untuk mengantisipasi hal ini, pemerintah meningkatkan keamanan negara. Sejumlah polisi berpakaian preman disebar di seluruh jalan-jalan di Ibukota Tirana, sementara 2.500 petugas juga dikerahkan guna meminimalisir adanya ancaman terhadap pemimpin Katolik dunia itu.
"Siaga pasukan polisi berada pada tingkat tertinggi. Sejumlah besar polisi akan memantau semua kegiatan selama Paus berada di sini," kata Menteri Dalam Negeri Albania, Saimir Tahiri kepada
AFP (Minggu, 21/9).
Isu target serangan ISIS bergulir setelah Duta Besar Irak untuk Vatikan, Habeeb Al-Sadr menyatakan bahwa Paus asal Argentina itu menjadi target pembunuhan ISIS.
"Paus bisa saja terancam baik di negara-negara Muslim, maupun di Inggris, Amerika Serikat, bahkan di Roma itu sendiri," kata Al Sadr Selasa (16/9) lalu.
Paus dijadwalkan akan membuat kunjungan singkat selama 11 jam ke Albania pada hari Minggu mendatang untuk menandai kelahiran kembalinya agama setelah komunisme runtuh di awal tahun 1990an.
Ia dijadwalkan akan menggelar Misa untuk menunjukkan bahwa umat Katolik, Kristen, dan Muslim Otodoks sudah bisa hidup berdampingan di negara yang dulu mengeksekusi dan mengirim umat Katolik ke kamp kerja paksa.
[ian]
BERITA TERKAIT: