Menurut keterangan dari gerakan "Stop Lynas" di mana Lowrey bernaung, ia ditahan oleh petugas imigrasi di bandara KLIA 2 Malaysia ketika baru mendarat dan diberitahu bahwa namanya masuk daftar hitam dan ia harus dideportasi. Namun tidak ada penjelasan lebih lanjut mengapa namanya bisa masuk daftar hitam tersebut.
Sementara itu, menurut pengacara Lowrey, Farhana Halim, aktivis itu ditahan selama sekitar 14 jam tanpa diberi makan dan hanya diberi sedikit air.
"Mereka juga menahan kopernya, dan tidak ada pakaian hangat meskipun dia ditempatkan di area perpindahan selama malam yang dingin," katanya dalam pesan teks dikutip
The Malaysia Insider.
Lowrey kemudian diterbangkan ke Bali untuk kemudian kembali ke Sydney.
Penolakan dan deportasi itu terjadi hanya selang dua bulan setelah aktivis lingkungan yang telah berkampanye melawan pabrik pengolahan tambang asal Australia Lynas Advanced Material Plant (LAMP) di Kuantan, Pahang itu ditahan kepolisian Malaysia selama enam hari sebelum akhir dibebaskan pada 27 juni lalu.
Perhatian Lowrey dan gerakannya adalah terhadap pencemaran lingkungan pesisir serta dampak negatif bagi kesehatan yang muncul dari limbah radioaktif pabrik yang tidak ditangani dengan benar.
[mel]
BERITA TERKAIT: