Aturan tersebut, menurut pemerintah Kuba, diberlakukan untuk mencegah perilaku sejumlah warganya yang kerap kali membeli banyak barang di luar negeri untuk dibawa ke dalam negeri, baik untuk digunakan sendiri ataupun dijual kembali.
Menurut seorang konsultan swasta dari Havana Consulting Group Emilio Morales, perilaku semacam itu dilakukan dengan tujuan bisnis, mengingat harga barang di Kuba yang relatif mahal.
Namun hal tersebut, jelasnya, turut memberikan pengaruh pada penurunan cadangan devisa Kuba. Karena itu, pemerintah Kuba mengambil langkah untuk mengurangi masuknya arus barang asing.
Pemerintah Kuba sendiri telah mempublikasikan sejumlah daftar serta aturan pembatasan itu. Di antara aturan tersebut adalah, wisatawan atau penumpang hanya diijinkan untuk membawa maksimal 10 kilogram deterjen, 24 bra, empat buah ban mobil, serta televisi layar datar dari luar negeri.
Perlu diketahui, menurut
BBC, sejak aturan pembatasan perjalanan udara di Kuba dicabut tahun 2009 lalu, ada sekitar dua miliar dolar AS barang-barang asing yang masuk ke Kuba melalui bagasi wisatawan atau penumpang setiap tahunnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: