Menurut seorang pejabat Amerika Serikat, warga negaranya yang bertarung di Irak dan Suriah itu kini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Amerika Serikat karena bila kembali dari medan pertempuran, mereka membawa keterampilan untuk melakukan serangan atau membuat bom.
"Kita tahu bahwa ada beberapa ratus pemegang paspor Amerika berlarian dengan ISIS di Suriah atau Irak. Sulit untuk mengatakan apakah mereka ada di Irak atau Suriah," kata pejabat yang tak disebutkan namanya itu kepada Washington Times seperti dikutip
Russia Today (Kamis, 28/8).
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat belum menanggapi laporan tersebut.
Namun juru bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat Caitlin Hayden menyebut bahwa pemerintah berupaya melakukan segala cara untuk menghentikan warga negaranya ikut bergabung dengan kelompok militan di Irak dan Suriah.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: