Popeye yang pernah mengaku bahwa pernah membunuh sebanyak 300 orang sejak tahun 1980an hingga 1990an itu keluar dari penjara Combita dengan pengamanan tinggi.
BBC mengabarkan, kebebasan Popeye menjadi kontroversi, pasalnya sejumlah keluarga korban masih menuntut agar ia mendapat hukuman lebih. Namun sebagian keluarga korban lainnya menyebut bahwa setelah dua dekade menjalan hukuman, saatnya memberikan kesempatan kedua bagi Popeye.
Ia diketahui dijerat hukum atas keterlibatannya dalam pembunuhan calon presiden Luis Carlos Galan pada tahun 1989 lalu.
Namun kemudian, Popeye menjadi saksi negara setelah menyebut bahwa dalam pembunuhan yang dilakukannya merupakan perintah dari mantan Menteri Hukum yang juga rival Galan pada saat itu, Alberto Santofimio.
Galan diketahui merupakan politisi yang mengambil garis keras atas kartel narkoba. Ia tewas dengan cara ditembak ketika hendak memberikan pidato di luar Bogota.
Sementara itu Santofimio diketahui saat ini menjalani hukuman selama 24 tahun atas keterlibatannya dalam pembunuhan itu.
[mel]
BERITA TERKAIT: