Inggris dan AS Analisa Wajah Pelaku Pemenggalan Foley Lewat Matanya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 27 Agustus 2014, 11:59 WIB
Inggris dan AS Analisa Wajah Pelaku Pemenggalan Foley Lewat Matanya
pemenggal James Foley (berbaju hitam}/net
rmol news logo Pakar pengenalan wajah serta ahli komputer Inggris bekerjasama dengan pemerintah Amerika Serikat berupaya menganalisa wajah seorang militan ISIS yang melakukan aksi pemenggalan terhadap wartawan James Foley dalam tayangan video yang beredar pekan lalu.

Hal itu dilakukan untuk mengungkap identitas asli militan pelaku pemenggalan yang dalam video itu.

Sosok militan yang dikenal dengan sebutan "John" atau "Jihadi John" itu diduga merupakan satu dari tiga warga negara Inggris yang tergabung dalam kelompok yang dijuluki "The Beatles" dalam ISIS. John diduga berkewarganegaraan Inggris karena dalam video ancaman bagi Amerika Serikat itu, ia fasih berbicara bahasa Inggris dengan aksen British.

Dalam tayangan video, ia terlihat mengenakan kapaian hitam tertutup disertai penutup kepala dan wajah, sehingga yang dapat terlihat hanya bagian matanya.

Dengan analisa mendalam atas bentuk rupa pelaku, mulai dari mata, Inggris dan Amerika Serikat berhasil membuat semacam sketsa atau gambaran soal seperti apa wajah asli pelaku.

Menindaklanjuti analisa tersebut, badan keamanan Inggris dan Amerika Serikat kemudian mencocokannya dengan database yang dimiliki untuk mengerucutkan soal siapa saja yang menjadi terduga pelaku pemenggalan.

Daily Mail pada Selasa (26/8) mengabarkan, sketsa pelaku tidak mirip dengan salah seorang warga Inggris yang sebelumnya dicurigai kuat merupakan sosok dibalik militan ISIS pemenggal Foley yakni Abdel-Majed Abdel Bary. Pria berusia 24 tahun yang merupakan calon rapper asal London Barat itu diketahui melakukan perjalanan ke Suriah tahun lalu untuk bergabung dalam kelompok perlawanan.

Para pakar menyebut, bisa saja sketsa wajah diketahui hanya dengan menganalisa matanya, namun untuk membuat sketsa itu sangat akurat tidaklah mudah. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US