Sosok penjagal yang dalam video terlihat menutupi seluruh bagian tubuh kecuali mata dan telapak tangan itu diduga merupakan warga negara Inggris karena fasih berbicara dengan aksen British.
Menindaklanjuti dugaan itu, dikabarkan
Reuters (Minggu, 24/8), pihak keamanan Inggris segera melakukan upaya percobaan untuk mencari tahu siapa sosok dibalik penjagal Foley tersebut. Inggris sendiri mencatat ada setidaknya 500 warga negaranya yang pergi ke Irak dan Suriah untuk bergabung dengan kelompok ekstrimis.
Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat Peter Westmacott menyebut bahwa Inggris menempatkan banyak sumber daya demi mengidentifikasi tersangka, termasuk penggunakan teknologi pengenalan suara.
"Saya mengetahui dari rekan-rekan saya di Inggris bahwa kita sudah dekat,"sebutnya tanpa menjelaskan lebih lanjut soal sejauh mana identifikasi telah berhasil dilakukan.
Sebelumnya seseorang yang pernah menjadi sandera ISIS menyebut bahwa pria dalam video itu adalah salah satu dari kelompok Inggris yang ditugaskan untuk menjaga para tahanan asing. Kelompok itu disebut "The Beatles" karena memiliki aksen British. Sejumlah anggota kelompok itu sendiri dipanggil dengan sebutan John, Paul, dan Ringo. Sedangkan penjagal Foley dalam video itu sendiri diduga adalah orang yang biasa dipanggil "John" dalam kelompok itu.
[mel]
BERITA TERKAIT: