Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science Translational Medicine membawa angin segar bagi penanganan Ebola yang mewabah terutama di kawasan Afrika Barat.
Pasalnya, virus yang telah menewaskan 1.350 orang dan menginfeksi 2.473 lainya sejak Maret di negara Sierra Leone, Nigeria, Guinea dan Liberia itu belum juga ditemukan obatnya.
Penelitian atas obat eksperimental itu dilakukan kepada monyet dalam menghadapi Marburg. Virus yang merupakan satu keluarga yang sama seperti Ebola itu juga menyebabkan penderitanya mengalami gejala yang sama dengan Ebola seperti mengganggu peredaran darah, demam, muntah, dan diare.
Virus itu memiliki tingkat kematian antara 25 persen hingga 80 persen. Serupa dengan Ebola, Marburg juga ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh.
Dikabarkan
AFP (Rabu, 20/8), obat eksperimental yang digunakan dalam penelitian itu adalah obat yang diproduksi oleh perusahaan Kanada, tekMIRA Pharmaceuticals. Obat itu diujikan pada 16 monyet percobaan.
[mel]
BERITA TERKAIT: