Obat Eksperimental Bantu Monyet Selamat dari Virus Serupa Ebola

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 21 Agustus 2014, 14:02 WIB
Obat Eksperimental Bantu Monyet Selamat dari Virus Serupa Ebola
ilustrasi/net
rmol news logo Sebuah terapi obat eksperimental dapat membantu monyet untuk bertahan dari infeksi virus tropis mematikan serupa Ebola yang disebut dengan Marburg.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science Translational Medicine membawa angin segar bagi penanganan Ebola yang mewabah terutama di kawasan Afrika Barat.

Pasalnya, virus yang telah menewaskan 1.350 orang dan menginfeksi 2.473 lainya sejak Maret di negara Sierra Leone, Nigeria, Guinea dan Liberia itu belum juga ditemukan obatnya.

Penelitian atas obat eksperimental itu dilakukan kepada monyet dalam menghadapi Marburg. Virus yang merupakan satu keluarga yang sama seperti Ebola itu juga menyebabkan penderitanya mengalami gejala yang sama dengan Ebola seperti mengganggu peredaran darah, demam, muntah, dan diare.

Virus itu memiliki tingkat kematian antara 25 persen hingga 80 persen. Serupa dengan Ebola, Marburg juga ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh.

Dikabarkan AFP (Rabu, 20/8), obat eksperimental yang digunakan dalam penelitian itu adalah obat yang diproduksi oleh perusahaan Kanada, tekMIRA Pharmaceuticals. Obat itu diujikan pada 16 monyet percobaan. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US