Bukan hanya itu, Ukraina juga mempersiapkan daftar 172 orang dan 65 perusahaan Rusia yang akan dikenai sanksi baik berupa pembekuan aset, larangan perjalanan, larangan privatisasi aset negara, maupun pembatasan lainnya karena dinilai terlibat dalam mengobarkan krisis di Ukraina dan proses aneksasi Krimea.
"Kami sederhana, tidak memiliki pilihan lain," begitu kata Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk pada Jumat (8/8).
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan menggunakan dana bantuan IMF sebesar 17 miliar dolar AS untuk membangun kemandirian energi dan berhenti menggantungkan enegri dari Rusia yang sebelumnya merupakan pemasok terbesar.
Langkah itu diambil menyusul sanksi balasan yang dilakukan Rusia pekan ini dengan menghentikan impor bahan pangan dari negara-negara Barat juga Ukraina.
"Tidak ada keraguan bahwa Rusia akan melanjutkan langkahnya di Ukraina yang dimulai dari satu dekade lalu dengan melarang barang dari Ukraina, menurunkan kerjasama, melakukan tekanan dan pemerasan," jelas Yatsenyuk dikutip
Russia Today.
[mel]
BERITA TERKAIT: