Diumumkan Wakil Perdana Menteri Australia, Warren Truss (Rabu, 6/8), dipilihnya perusahaan itu karena mereka menawarkan solusi teknis terbaik terkait nilai uang dalam pencarian.
Perusahaan itu akan mengerahkan dua kapal untuk melakukan pencarian di wilayah baru di Samudera Hindia.
Kapal pertama yang dinamakan Fugro Discovery sedang menuju ke Perth Australia dari Inggris. Sedangkan kapal kedua, Fugro Equator telah terlebih dahulu berada di lokasi pencarian untuk mempelajari topografi dasar laut.
Kapal-kapal itu akan menggunakan scan sonar sisi, gema suara multi-beam dan kamera video untuk mencari dan mengidentifikasi puing-puing pesawat.
"Saya tetap optimis bahwa kita akan menemukan pesawat yang hilang dalam area pencarian prioritas," katanya Truss.
Dalam pencarian itu, empat kapal Malaysia juga dikerahkan untuk membantu pencarian. Dua di antara empat kapal tersebut juga dilengkapi dengan scan sonar sisi. Selain itu ada juga satu kapal milik China yang saat ini telah melakukan survey di lokasi pencarian.
Fase baru pencarian yang mencakup wilayah seluas 60 ribu meter persegi itu, dilansir
BBC, baru akan dimulai pada September dan diperkirakan akan memakan waktu sekitar satu tahun.
Dikabarkan kembali, pesawat Malaysia Airlines MH370 menghilang dari radar pemantau lalu lintas udara beberapa jam setelah bertolak dar Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret lalu.
Dalam penerbangan, pesawat membawa total 239 orang, sebagian besar di antaranya merupakan warga negara China.
Berdasarkan analisis data satelit, pesawat itu diyakini berakhir di wilayah laut di barat jauh Perth Australia.
[mel]