Dalam sebuah surat yang ditulis bagi pemimpin NATO, Cameron menyebut bahwa Rusia jelas memandang NATO sebagai musuh. Karena itu negara-negara anggota NATO seharunya memperkuat kemampuan untuk merespon Rusia dengan cara apapun.
"Kita harus menerima bahwa kerjasama beberapa tahun terakhir saat ini tidak mungkin karena tindakan ilegal Rusia sendiri di lingkungan NATO dan kembali pada prinsip-prinsip yang memandu hubungan kita dengan Rusia," kata Cameron dalam suratnya (Sabtu, 2/8).
Pernyataannya itu menyusul laporan terbaru dari komite parlemen Inggris, yang mengatakan tindakan Rusia telah mengajukan pertanyaan mendasar tentang kemampuan aliansi untuk membela negara anggota.
Ia menyebut bahwa situasi saat ini lebih sulit diprediksi, tertuama setelah Rusia yang dinilainya telah secara ilegal mencaplok wilayah Krimea dan terlibat dalam destabilitasi di Ukraina.
Dikabarkan
Associated Press, surat tersebut dikirimkan enam minggu sebelum pertemuan puncak NATO di Wales digelar.
[mel]
BERITA TERKAIT: