Keputusan itu diambil menyusul konflik yang terjadi antara kelompok militan di ibu kota Tripoli sejak beberapa pekan terakhir. Inggris mengikuti langkah Inggris, PBB dan staf diplomatik Eropa lainnya yang menutup kantornya di Libya.
"Dengan enggan kami telah memutuskan harus meninggalkan dan untuk sementara menghentikan operasi kedutaan di Libya," kata Duta Besar Inggris untuk Libya Michael Aron.
"Risiko tertangkap dalam baku tembak terlalu besar," sambungnya dikutip
Reuters (Sabtu, 2/8).
Konflik yang terjadi di Tripoli dan kota Benghazi merupakan konflik terburuk yang pernah terjadi di Libya pasca jatuhnya rezim diktator Moammar Khadafi tahun 2011 lalu.
Sejak saat itu, kondisi di Libya belum juga stabil hingga saat ini. Pemerintah Libya tidak mampu mengontrok ulah kelompok militan yang bersekutu dengan faksi-faksi politik untuk membentuk wilayah kekuasaan sendiri.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: