Menurut keterangan dari Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Transportasi Prancis, sejumlah unsur oragnik dan biologis dari jasad para korban tiba di Prancis pada Jumat (1/8). Mereka juga telah mengumpulkan informasi dari keluarga para korban untuk membantu proses identifikasi.
Dikabarkan
Associated Press, Menteri luar negeri Prancis Laurent Fabius sebelumnya menyebut bahwa jasad para korban tidak berbentuk utuh, melainkan berbentuk serpihan dan potongan kecil. Hal itu menyebabkan proses identifikasi menjadi sulit.
Dalam kejadian naas 24 Juli lalu itu, Prancis menyebut ada sebanyak 118 orang dalam penerbangan. Namun Burkina Faso menyebut ada 116 orang, karena dua penumpang lainnya membatalkan penerbangan.
Pemerintah Prancis menyebutkan kesimpulan awal bahwa pesawat tersebut jatuh di Mali dekat perbatasan Burkina Faso karena faktor cuaca. Namun proses analisa kotak hitam pesawat tersebut masih dilakukan untuk menemukan penyebab pasti jatuhnya pesawat.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: