"Kondisi yang dikenakan pada pakaian wanita dilakukan untuk mengakhiri pesta pora dari penggunaan pakaian yang berlebih," kata ISIL dalam sebuah pernyataan yang dikabarkan
Reuters (Jumat, 25/7).
"Ini bukan pembatasan kebebasan, tapi untuk mencegah perempuan jatuh ke dalam penghinaan yang vulgar dan menjadi panggung bagi mata orang-orang yang mencari," lanjut pernyataan itu.
Kelompok yang mendeklarasikan diri untuk mendirikan negara Islam di wilayah Irak dan Suriah itu juga mengeluarkan panduan soal bagaimana kerudung dan pakaian wanita harus dikenakan. Wanita diwajibkan mengenakan hijab, tangan dan kakinya juga wajib ditutupi. Selain itu para wanita juga dilarang mengenakan pakaian yang dapat menunjukkan bentuk tubuh dan dilarangan menggunakan parfum.
Seorang ulama di kota Mosul yang diduduki ISIS menyebut bahwa anggota kelompok itu muncul di masjid dan memerintahkan untuk membaca perintah dan panduan soal hal itu melalui pengeras suara saat jamaah sedang berkumpul.
"Siapa saja yang tidak berkomitmen untuk tugas ini dan dimotivasi oleh sifat glamor akan dikenakan akuntabilitas dan hukuman berat untuk melindungi masyarakat dari bahaya dan untuk menjaga kebutuhan agama serta melindunginya dari pesta pora," kata kelompok itu.
[mel]
BERITA TERKAIT: