Menurut salah seorang pejabat intelejen Amerika Serikat yang tak disebutkan namanya itu, pesawat yang bertolak dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur itu terkena rudal SA-11 yang ditembakkan oleh milisi Ukraina.
Ia menyebut bahwa penjelasan yang paling mungkin adalah pesawat itu ditembak jatuh karena sebuah kesalahan. Mengingat bahwa sebelumnya ada 12 pesawat militer Ukraina yang jatuh ditembak militan di wilayah itu.
Dikabarkan
Russia Today (23/7), intelejen itu menunjukkan bahwa meskipun Amerika Serikat menyatakan bahwa Rusia telah menciptakan seolah kondisi yang menyebabkan insiden itu, namun pihaknya tidak menyadari adanya kehadiran Rusia saat peluncuran rudal. Ia juga tidak mengkonfirmasi bahwa awak rudal dilatih oleh Rusia.
Diketahui jatuhnya pesawat di dekat wilayah konflik itu menewaskan seluruh penumpang yang berjumlah 298 orang.
Hingga saat ini proses penyelidikan masih dilanjutkan menyusul diberikannya kotak hitam pesawat kepada tim penyidik Malaysia. Selain itu jasad para korban juga diterbangkan ke Amsterdam untuk diotopsi secara bertahap.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.