"Hal ini juga merupakan serangan terhadap sistem transportasi udara yang merupakan instrumen perdamaian," kata direktur jenderan dan kepala eksekutif IATA Tony Tyler dikabarkan media Malaysia
NST pada Selasa (22/7).
Ia menyebut, pihak maskapai dan pemerintah merupakan mitra dalam mendukung konektifitas global. Maskapai bertugas membaw apenumpang dan kargo, sementara pemerintah dan penyedia layanan navigasi udara menginformasikan maskapai soal rute yang bisa mereka lintasi serta pembatasan.
"Maskapai memetahui pedoman itu. Itu adalah kasus MH17. Malaysia Airlines merupakan pesawat yang secara jelas diidentifikasi sebagai pesawat komersial. Dan itu ditembak jatuh, melengkapi pelanggaran hukum, standar, dan konvensi internasional, ketika berada pada ketinggian yang dianggap aman," jelasnya dalam sebuah pernyataan.
"Ini adalah kejahatan yang mengerikan. Tapi terbang tetap aman. Dan semua orang yang terlibat dalam transportasi udara global sepenuhnya didedikasikan untuk membuatnya bahkan lebih aman," sambung Tyler.
[mel]
BERITA TERKAIT: