Kementerian Pertahanan Rusia menuntut agar Kiev menjelaskan mengapa jet militer melakukan pelacakan pada pesawat penumpang.
"Pesawat militer Ukraina terdeteksi terbang, jaraknya dengan pesawat Boeing Malaysia adalah 3 hingga 5 kilometer," kata Kepala Operasi Utama Direktorat markas pasukan militer Rusia, Andrey Kartopolov di Moscow pada Senin (21/7).
Ia menuntut penjelasan mengapa pesawat militer terbang di sepanjang koridor penerbangan sipil pada waktu yang hampir bersamaan dan pada tingkat yang sama dengan pesawat penumpang.
"Pesawat tempur SU-25 bisa mencapai ketinggian 10 kilometer, menurut spesifikasinya. Jet dilengkapi dengan misil R-60 udara-ke-udara yang dapat menghantam target pada jarak hingga 12 kilometer," jelasnya dikabarkan
Russia Today.
Kartopolov menjelaskan, kehadiran jet militer Ukraina itu dapat dikonfirmasi oleh video yang dibuat oleh pusat pemantauan Rostov.
Sementara itu berdasarkan data dari Kementerian pertahanan Rusia, pada saat terjadinya kecelakaan MH17, satelit Amerika Serikat terbang di atas wilayah Ukraina. Karena itu Rusia mendesak Amerika Serikat untuk merilis tangkapan satelit yang diambilnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: