Ini Transkrip Pembicaraan Kelompok Pemberontak Pasca MH17 Jatuh

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 18 Juli 2014, 15:45 WIB
Ini Transkrip Pembicaraan Kelompok Pemberontak Pasca MH17 Jatuh
ilustrasi/net
rmol news logo Kepala Security Service of Ukraine (SBU) Valentyn Nalivaychenko memperdengarkan sejumlah percakapan telepon yang ia sebut merupakan hasil penyadapan kepada kelompok pemberontak pro-Rusia. Dalam percakapan tersebut, kelompok pemberontak seolah telah mengakui melakukan penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17 di wilayah timur Ukraina kemarin (Kamis, 17/7).

Dikabarkan Daily Mail pada Jumat (18/7), ia memperdengarkan rekaman percakapan tersebut kepada wartawan di Ukraina.

Dalam rekaman tersebut, pejuang pemberontak yang disebut "Mayor" terdengar mengatakan kepada kawannya "Grek" bahwa sekelompok pejuang telah membuat pesawat turun.

"Pesawat pecah di udara, di dekat tambang Petropavlovskaya. Yang pertama (korban) telah ditemukan. Itu adalah seorang wanita. Seorang warga sipil," katanya.

Kemudian, "Mayor" mengakui pesawat tersebut merupakan warga sipil. "Sudah hampir 100 persen yakin bahwa itu adalah pesawat sipil," jelasnya.

Ketika ditanya apakah ada senjata yang ditemukan di kapal, "Mayor" mengatakan tidak ada dan hanya ditemukan barang-barang yang biasa dimiliki oleh sipil seperti peralatan medis, handuk, kertas toilet.
 
Ia juga mengatakan telah menemukan dokumen identitas dari seorang mahasiswa Indonesia.

Sementara itu dalam rekaman lainnya yang disadap, Perwira intelijen militer yang disebut Igor Bezler melaporkan kepada atasannya, Kolonel Vasily Geranin bahwa pesawat sudah jatuh.

"Mereka (pasukan) telah pergi untuk mencari dan memotret pesawat. (Pesawat) berasap," kata Bezler.

Ketika ditanya berapa lama pesawat jatuh, Berler menjawab sekitar 30 menit yang lalu.

Kemudian dalam percakapan selanjutnya, seorang pejuang pemberontak menyebut bahwa pesawat penumpang itu jatuh di daerah Hrabove. "Ada lautan perempuan dan anak," katanya.

Ia kemudan mempertanyakan apa yang dilakukan pesawat tersebut di Ukraina. Pria lain yang diajaknya berbicara menyebut bahwa "Itu berarti mereka telah dipanggil (untuk melakukan) mata-mata. Tidak ada cara ke. Ini adalah perang,"

Nalivaychenko dari SBU menegaskan bahwa pihaknya masih menyelidiki secara objektif temuan tersebut. Bila terbukti ada keterlibatan Rusia dalam kasus ini, ia akan melakukan tindakatan tegas.

Belum bisa dikonfirmasi lebih lanjut apakah percakapan telepon tersebut asli atau rekayasa. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA