SBU dilaporkan merilis rekaman panggilan teleponyang disadap antara petugas intelejen militer Rusia dan militan yang didukung Rusia, Cossack di Kiev.
Dikabarkan
Daily Mail (Jumat, 18/7), panggilan telepon pertama dibuat pada sekitar 20 menit setelah kecelakaan terjadi. SBU menduga, percakapan dilakukan oleh seorang perwira intelejen militer Rusia bernama Igor Bezler dan komandan Donetsk yang memproklamirkan diri, Vasili Geranin. Dalam percakapan itu dijelaskan bahwa pesawat Malaysia Airlines telah jatuh.
Percakapan telepon lainnya dilakukan antara dua militan yang hanya dapat diidentifikasi oleh SBU sebagai "Mayor" dan "Grek". Dalam percakapan, keduanya tampak telah kembali dari lokasi kejadian. Percakapan tersebut di buat sekitar 40 menit dari pecakapan antara Bezler dan Geranin.
Dalam percakapan antara "Major" dan "Grek" disebut nama komandan Cossack Nikolay Kozitsin yang menunjukkan bahwa pesawat Malaysia Airlines MH17 itu membawa mata-mata. Karena bila tidak, pesawat tidak akan melakukan penerbangan bisnis ke wilayah udara tersebut.
Sejak jatuhnya pesawat yang membawa 283 penumpang dan 25 kru itu terjadi, Ukraina kerap menuding bahwa kelompok separatis melakukan penembakan rudal hingga pesawat jatuh.
Kepala SBU Valentyn Nalivaychenko menjelaskan bahwa dalam percakapan telepon yang disadap di antara dua perwira dan pejuang pro-Rusia itu salah satu pihak ada yang menyebut telah melihat lautan perempuan dan anak dalam rerutuhan pesawat.
"Kami akan melakukan apapun bagi militer Rusia yang membawa tindakan kriminal ini untuk dihukum," kata Nalivaychenko yang menunjukkan transkrip audio percakapan tersebut. Namun belum bisa diketahui apakah rekaman pembicaraan itu benar atau
hoax belaka.
[mel]
BERITA TERKAIT: