Dikabarkan bahwa pesawat bernomor penerbangan MH-17 itu jatuh di dekat wilayah Donetsk yang merupakan lokasi konflik antara separatis pro-Rusia dengan pasukan pemerintah. Pesawat diduga jatuh akibat ditembak rudal di ketinggian 33 ribu kaki. Akibatnya 280 penumpang dan 15 kru tewas seketika.
Baik pemerintah Ukraina mapun kelompok separatis sama-sama membantah melakukan penembakan pesawat sipil nahas itu.
Dalam sejarah penerbangan dunia, tercatat sejumlah insiden penambakan pesawat sipil yang tengah mengudara.
Pada 4 Oktober 2001, misalnya, pesawat milik Siberia Airlines bernomor penerbangan 1812 yang bertolak dari Tel Aviv menuju Novosibirsk tumbang di Laut Hitam, tak jauh dari lokasi kecelakaan pesawat Malaysia Airlines yang baru saja terjadi. Dalam insiden yang diduga terjadi akibat latihan militer Ukraina itu, seluruh penumpang yang berjumlah 66 orang dan 12 kru tewas.
Insiden penembakan pesawat sipil lainnya yang menonjol dalam sejarah penerbangan adalah ketika pesawat Iran Air bernomor penerbangan 655 ditembak jatuh oleh rudal pada 3 Juli 1988.
Rudal tersebut ditembakkan oleh kapal penjelajah Amerika Serikat USS Vincennes di Teluk Persia. Akibatnya, semua penumpang yang berjumlah 275 orang dan 15 kru pesawat berjenis Airbus A300 B2-203 itu tewas.
Insiden itu menjadi salah satu bencana penerbangan yang paling mematikan sepanjang masa. Amerika Serikat akhirnya membayarkan kompensasi kepada para korban.
Pada tahun 1983, Korea Airlines penerbangan 007 ditembak oleh pesawat tempur Uni Soviet di dekat Pulau Sakhalin ketika tengah bertolak dari New York menuju Seoul. Akibatnya, seluruh penumpang yang berjumlah 269 orang tewas.
[ald]
BERITA TERKAIT: