Presiden Ukraina, Petro Poroshenko, mengeluarkan pernyataan yang menyebut bahwa angkatan bersenjata Ukraina tidak terlibat dalam kecelakaan yang terjadi di sekat Donetsk. Daerah tersebut merupakan lokasi di mana konflik antara kelompook separatis pro-Rusia dan pemerintah Ukraian terjadi sejak beberapa bulan terakhir hingga saat ini.
Pesawat yang bertolak dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur itu mengalami kecelakaan di wilayah timur Ukraina. Akibat kecelakaan, seluruh penuumpang yang berjumlah 280 orang dan 15 kru itu tewas seketika.
Penasihat Kementerian Dalam Negeri Ukraina, Anton Gerashenko, dikabarkan
Associated Press, sebelumnya menyebut bahwa pesawat ditembak oleh rudal pada ketinggian 33 ribu kaki. Ia menjelaskan bahwa rudal yang ditembakkan dari peluncuran misil tersebut diperkirakan dapat mencapai ketinggian hingga 72 ribu kaki.
Pemerintah di Donetsk menyebut, pesawat mengalami kecelakaan di dekat desa Grabovo yang saat ini masih diduduki oleh separatis pro-Rusia. Wilayah itu juga menjadi tempat pertempuran sengit antara separatis dan pemerintah dalam beberapa hari terakhir.
Bukan hanya pemerintah, kelompok separatis juga membantah terlibat dalam peristiwa tersebut.
Pemimpin separatis pro-Rusia, Andrei Purgin, malah meyakini pesawat itu jatuh ditembak dengan rudal oleh pasukan Ukraina.
Ia mengaku tidak tahu apakah kelompoknya telah menduduki peluncuran misil atau tidak. Namun ia menegaskan bahwa sekalipun pihaknya bisa menduduki peluncuran misil, pasukannya tidak memiliki kemampuan untuk mengoperasikannya.
[ald]
BERITA TERKAIT: