Hendro juga menambahkan, proyek jalan tol Kunciran-Cengkareng ini direncanakan mulai dibangun tahun depan dengan empat seksi pengerjaan.
“Berdasarkan rencana bisnis, nantinya jalan tol ini diharapkan dapat dilewati sebanyak 44.000 kendaraan asalkan empat ruas tol JORR II lainnya sudah bisa tersambung,†katanya kepada wartawan di Jakarta (8/6).
Apabila jalan tol JORR II ini sudah tersambung akan menjadi alternatif lintasan menuju Bandara Soekarno Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok. Dengan adanya Jalan Tol JORR II diharapkan lalu lintas kendaraan yang masuk ke dalam kota akan terurai sehingga memecah kemacetan yang terjadi tiap hari.
Ketua Asosiasi Tol Indonesia (ATI) Fachtur Rochman sebelumnya mengatakan, pengoperasian jalan tol JORR II sepanjang 169 km diperkirakan mundur dari target 2014 karena proses pembebasan lahan untuk sembilan ruas tol dalam JORR II berjalan lamban dan tidak menggunakan Undang-Undang No 2/2012.
"Seharusnya, pakai saja undang-undang itu, karena ada batas waktu untuk proses pembebasan lahan yang kurang dari dua tahun, yakni sekitar 583 hari,†katanya.
Proyek penyelesaian ruas jalan Tol Kunciran-Cengkareng sepanjang 14,2 kilometer (km) ini akan ditargetkan selesai dan beroperasi pada 2015.
Adapun wilayah yang akan dibebaskan berada di lima kecamatan yaitu Benda, Batuceper, Tangerang, Cipondoh, Pinang, serta 12 kelurahan yaitu Benda, Pajang, Jurumudi, Belendung, Batujaya, Batusari, Tanah Tinggi, Buaran Indah, Poris Plawad, Poris Plawad Indah, Pakojan, Kunciran. Seluruh wilayah itu berada di Kotamadya Tangerang.[trg]