Penggumpalan Darah Di Otak, Kesehatan Hillary Memburuk

Rabu, 02 Januari 2013, 09:57 WIB
Penggumpalan Darah Di Otak, Kesehatan Hillary Memburuk
Hillary Clinton

rmol news logo Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton kembali dilarikan ke rumah sakit . Dia meng­alami penggumpalan darah di otak, namun dokter memperkirakan, dia bakal sembuh total.

Kondisi Hillary makin mem­buruk beberapa pekan men­jelang akhir jabatannya, se­hingga harus dilarikan ke Pres­byterian Hos­pital, New York, Minggu (30/12). Ber­dasarkan pemeriksaan, meski mengalami penggumpalan darah di antara otak dan tengkorak kepalanya di belakang telinga kanan, dokter memperkirakan, dia akan pulih sepenuhnya. Hal itu, menurut dokter, karena di­plomat senior AS tersebut tak menderita “stroke atau kerusakan syaraf”.

“Hillary mengalami kemajuan luar biasa dalam pemulihannya. Kami meyakini Hillary akan pulih total,” kata tim dokter di­kutip Xinhua, kemarin.

Hillary telah mengalami se­jumlah masalah kesehatan bela­kangan ini. Pada 15 Oktober, dia pingsan dan kepalanya terbentur, lalu dia menderita gegar otak ringan. Sebelum itu, dia mem­batalkan perjalanan yang sudah dijadwalkan ke Afrika Utara dan Timur Tengah akibat serangan virus perut. Pada 1998, Hillary pernah sempat mengalami peng­gumpalan darah di kakinya.

Hillary sejatinya memiliki pe­luang yang baik untuk maju se­bagai calon presiden 2016 se­te­lah dia kalah dari Obama da­lam Konvensi Partai De­mo­krat 2008.

Beberapa kritikus menganggap sakitnya Hillary merupakan pembohongan publik untuk meng­hindari masalah serangan mematikan tentara AS di Libya pada 20 Desember.

Hillary juga dikritik terkait serangan di Konsulat AS di se­belah utara Benghazi, Libya yang menewaskan satu Duta Besar AS John Christopher Stevens dan tiga orang Amerika lainnya.

Temuan Departemen Luar Negeri mengungkapkan bahwa lokasi tersebut memang tidak layak secara keamanan.

Hillary (65) telah mengatakan akan mundur dari jabatan Men­teri Luar Negeri, ketika Pre­si­den Barack Obama meng­akhiri masa jabatan perta­ma­nya, 21 Januari. Obama telah meng­ajukan Senator Demokrat John Kerry sebagai pengganti Hil­lary. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA