RMOL. Beberapa hari setelah kebebasannya dari kasus sodomi, pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim kembali diserang rival-rival politiknya. Anwar dituding pro gay (homoseksual).
Suratkabar pro-Pemerintah Malaysia mengecam Anwar yang berpendapat bahwa huÂkuman Malaysia yang sangat berat terÂhadap tinÂdakan sodomi, dan meÂminta peninjauan ulang aturan mengeÂnai oral seks bagi sesama jenis.
Tapi serangan surat ini menimÂbulkan kritik tajam dari politisi oposisi, yang meÂnuduh koalisi berkuasa Barisan Nasional (BN) berusaha mendiskreditkan AnÂwar. SeÂjumÂlah pimpinan Pakatan RakÂyat melihat serangan itu meruÂpakan upaya untuk menjeÂgal AnÂwar ikut dalam peÂmilihan umum.
Masalah terbaru muncul seteÂlah wawancara Anwar dengan BBC di Mumbai. Saat itu, Anwar mengaÂtakan, Malaysia perlu meÂninjau ‘beberapa hukum kuno’ yang ‘usang dan tidak relevan’.
“Kami tidak mempromosikan homoseksualitas dalam domain publik. Saya tidak berpikir kita perlu membuat permintaan maÂaf untuk itu. Tetapi mengguÂnaÂkan hukum-hukum untuk mengÂÂÂÂÂÂhuÂkum orang tak bersalah, tidak dapat dimaafkan atau diÂtolerir,†tegas Anwar seperti dikutip Straits Times, kemarin.
Sodomi dan juga oral seks yang dilakukan sesama jenis meÂrupaÂkan tindakan yang amat dikecam Pemerintah Malaysia. Pelaku tindakan itu bahkan akan dihuÂkum selama 20 tahun penÂjara. Homoseksualitas adaÂlah topik sensitif bagi mayoritas MuÂslim Malaysia.
Politisi oposisi menuduh balik pemerintah sengaja menyerang Anwar setelah dia dibebaskan pada 9 Januari lalu. “Ini adalah kasus yang menyaÂlahgunakan media mainstream untuk menyuÂdutkan oposisi,†kata humas Partai Aksi Demokrat (DAP), saÂlah satu angÂgota aliansi oposisi.
Analis politik Shaharuddin Badaruddin percaya, citra pubÂlik Anwar tidak mungkin terpeÂngaÂruh kritik terbaru.
“Anwar telah dituduh banyak hal. Orang akan melihat hal itu sebagai serangan lagi dan berkaÂta, So What (Jadi apa)?â€
Meski muncul kecaman-keÂcamÂan dan tudingan baru yang dilonÂtarkan musuh politik, AnÂwar menyatakan akan memaÂafkan seluÂruh lawan politiknya.
PM Razak Diancam
Ancaman bom ditujukan seoÂrang mahasiswa kepada PM Najib Razak. Mahasiswa beruÂmur 24 tahun itu ditangkap usai memÂposting ancaman pemboman terhadap helikopter PM Najib via Facebook-nya.
Tak disebutkan identitas maÂhasiswa itu. Namun, dia diketaÂhui sebagai mahasiswa UniverÂsiti Sains Malaysia. “Najib daÂtang ke kampus kita. Mari kita bom heliÂkopternya,†isi update status Facebook mahasiswa itu.
“Menurut pejabat Kepolisian Distrik George Town, Gan Kong Meng, mahasiswa itu dibaÂwa ke markas besar Kepolisian di Patani Road, Minggu (15/1). MenuÂrutnya, si maÂhasiswa diÂtangkap untuk dimintai keteÂrangan lebih lanjut soal postingÂan pada account Facebook-nya tersebut. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: