Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Bamsoet Yakin Hubungan Indonesia-Selandia Baru Meningkat

Laporan: Widian Vebriyanto | Minggu, 11 November 2018, 05:51 WIB
Bamsoet Yakin Hubungan Indonesia-Selandia Baru Meningkat

Ketua DPR di Selandia Baru/Net

Rangkaian kunjungan anggota dewan ke Selandia Baru tidak akan sia-sia. Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang memimpin rombongan itu mengaku optimis akan ada peningkatan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Selandia Baru.

DPR melakukan pertemuan dengan Ketua Parlemen Selandia Baru Trevor Mallard, Komite Pembangunan Ekonomi Parlemen Selandia Baru, berdiskusi dengan akademisi dari Victoria University of Wellington, dan menghadiri konser persahabatan Indonesia-Selandia Baru selama berada di negeri tersebut.

Mereka juga menyempatkan diri bertemu dengan diaspora serta pelajar Indonesia yang berada di Selandia Baru.

"Selama di Wellington, saya dan delegasi dari DPR RI telah berkunjung dan diterima secara hangat oleh Parlemen Selandia Baru yang dipimpin langsung oleh Mr. Trevor Mallard. Dalam pertemuan tersebut, selain untuk meningkatkan hubungan kerjasama antara kedua negara, juga dibahas masalah-masalah strategis di bidang politik dan ekonomi," ujar Bamsoet disela-sela jamuan makan malam di Kediaman Duta Besar Republik Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, di Wellington, Sabtu malam (10/11).

Hadir dalam acara ini antara lain, Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya beserta staf KBRI, Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Mukhmad Misbakhun dan Ahmadi Noor Supit, Anggota Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu, Anggota Fraksi PKS Aboe Bakar Alhabsyi, Staf Khusus Ketua DPR RI Yahya Zaini dan Yorrys Raweyai, Rahmad Gobel, Suryopratomo, Karni Ilyas, Bens Leo, Wahyu Muryadi, Rossy, Ilham Bintang, Timbo Siahaan serta Primus Dorimulu.

Bamsoet menjelaskan, rombongan delegasi DPR RI telah memaparkan kemajuan demokrasi di Indonesia selama 20 tahun reformasi dalam sebuah diskusi di Universitas Victoria. Diskusi dipimpin Profesor David Capie dan dihadiri para gurubesar, dosen, serta mahasiswa.

Dijabarkan dalam pertemuan itu bahwa Indonesia berhasil membangun institusi demokrasi, menyelenggarakan pemilu secara demokratis dan damai, membangun kebebasan pers serta otonomi daerah, dan kini Indonesia tumbuh menjadi negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.

"Tantangan yang dihadapi dalam demokrasi Indonesia saat ini adalah semakin luas dan besarnya peran media sosial dalam membangun opini dan memengaruhi kehidupan politik di Indonesia," kata Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini.

Dalam kunjungan tersebut, Bamsoet mengaku takjub dengan konser persahabatan 'The Symphony of Friendship' yang digelar KBRI Selandia Baru. DPR RI mendukung penuh diplomasi kebudayaan yang dilakukan Dubes Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya.

"Semalam kita menyaksikan sebuah atraksi budaya yang sangat luar biasa, wonderful and amazing event. Semua penonton dibuat berdecak kagum, mulai dari Ketua dan anggota Parlemen, para menteri, diplomatic corp, serta masyarakat Indonesia Indonesia dan Selandia Baru yang hadir," tutur Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini.

Bamsoet berharap upaya yang dilakukan Dubes Tantowi Yahya untuk membangun persepsi dan opini bahwa Indonesia bukan hanya menjadi bagian Asia, tetapi juga bagian Pasifik dapat berhasil. Karena memang lebih dari 80 persen etnis Melania dan Polinesia berada di wilayah Papua, Maluku dan NTT. [ian]
1xx

Kolom Komentar

Artikel Lainnya

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)