Bea Cukai Harus Awasi Betul Annual IMF-Bank Dunia Di Bali
| Senin, 07 Mei 2018, 09:33 WIB

Komisi XI DPR meminta kesiapan Bea dan Cukai Bali dalam pelaksanaan IMF - World Bank Annual Meeting 2018 yang dijadwalkan Oktober 2018 mendatang di Nusa Dua, Bali.
Pasalnya, pertemuan tahunan itu nantinya akan dihadiri oleh setidaknya 15 ribu lebih orang asing yang datang ke Indonesia.
RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Soepriyatno meminta kesiapan Bea dan Cukai Bali dalam pelaksanaan IMF - World Bank Annual Meeting 2018 yang akan diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, Oktober 2018 mendatang. Pasalnya, pertemuan tahunan itu nantinya akan dihadiri oleh setidaknya 15 ribu lebih orang asing yang datang ke Indonesia.
"Ini berarti banyak sekali pengawasan yang harus dilakukan, terutama barang-barang yang dibawa oleh para tamu khusus. Peninjauan ini berdasarkan negera Indonesia yang sudah darurat narkoba, setiap dau kali dalam seminggu ditemukan tangkapan narkoba," ujar Soepriyatno saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Komisi XI DPR meninjau kantor Bea dan Cukai di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Senin (30/4) pekan lalu.
Pengawasan itu terhadap barang-barang yang dibawa oleh tamu melalui Bandara I Gusti Ngurai Rai. Sesuai peraturan perundang-undangan terkait barang yang bebas maupun harus diperiksa. Soepriyatno menekankan ini penting sekali agar negara Indonesia tetap aman.
"Jangan sampai kita lengah, apapun itu kita harus waspada. Jangan sampai kegiatan besar ini yang seharusnya bisa kita manfaatkan untuk kepentingan bangsa dan negara, namun dalam pelaksanaannya malah menjadi kurang baik," Wakil Ketua Komisi XI DPR ini.
Politisi Gerindra dapil Jawa Timur itu menambahkan, saat ini Bea dan Cukai sedang melakukan proses pengawasan dalam hal-hal tersebut, termasuk pembangunan jalan dan infrastruktur, serta pembukaan hotel yang akan disinggahi para tamu. Semua sudah dalam proses pelaksanaan yang rapi. Pihaknya juga berdiskusi dengan Bea dan Cukai dan Kementerian Keuangan mengenai acara ini secara menyeluruh.
"Bagaimana peran Bali sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan annual meeting tersebut, Jangan sampai uang negara yang triliunan rupiah ini manfaatnya sedikit dan menjadi percuma. Semoga dalam pelaksanaannya semua bisa berjalan dengan lancar dan sukses," tutup Soepriyatno.
[wid]