Demi Kelancaran Blok Masela, DPR Tinjau Infrastruktur MTB
Laporan: Widian Vebriyanto | Selasa, 03 Oktober 2017, 14:51 WIB

Keberadaan Blok Masela telah menjadikan Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) sebagai perhatian nasional dan internasional.
Untuk itu, demi menunjang pengoperasion Blok Masela ini, maka diperlukan infrastruktur yang memadai.
"Oleh karena itu Komisi V DPR RI patut hadir di sini untuk melihat secara dekat pembangunan yang saat ini dibiayai oleh APBN seperti Bandar Udara Mathilda Batlayeri dan Pelabuhan Laut Saumlaki," papar Ketua Tim Kunjungan Spesifik Komisi V yang juga Wakil Ketua Komisi V Michael Wattimena di sela-sela kunjungan di Saumlaki, beberapa hari lalu.
Jika Blok Masela mulai beroperasi, maka semua kegiatan itu akan dilalui oleh tenaga kerja yang akan melalui Bandara Udara Mathilda Batlayeri dan juga Pelabuhan Laut Saumlaki yang berada di MTB.
Di MTB ini, lanjut politisi Demokrat ini, Tim Komisi V meninjau Bandara Udara Mathilda Batlayeri, Pelabuhan Laut Saumlaki, infrastruktur jalan nasional Saumlaki-Arma, pembangunan air bersih di Desa Bomaki, Kecamatan Tanimbar Selatan dan pembangunan rumah khusus di Desa Lauren, Kecamatan Tanimbar Selatan.
Kedatangan Tim Komisi V disambut Bupati MTB Petrus Fatiolon beserta unsur Forkopimda Kabupaten Maluku Tenggara Barat di Bandara Udara Mathilda Batlayeri, Saumlaki.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati MTB Petrus Fatiolon menyatakan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten MTB bersama masyarakat mengapresiasi Kunjungan Komisi V DPR RI ke MTB.
Menurutnya, ada beberapa infrastruktur penunjang yang dititipkannya kepada Komisi V untuk dikembangkan, seperti Bandara Udara Mathilda Batlayeri dan Pelabuhan Laut Saumlaki, infrastruktur jalan dan jembatan serta infrastruktur dasar lainnnya.
"Harapan kami, Komisi V dapat mewujudkan pembangunan lebih khusus sesuai tupoksi Komisi V yang ada yaitu infrastruktur," harapnya.
Turut serta dalam kunjungan ini, Wakil Ketua Komisi Sigit Sosiantomo, Anggota Komisi V antara lain Ade Rezki Pratama, Umar Arsal, Willem Wandik, A. Bakri, Hj. Nurhayati, Sahat Silaban dan Lalu Gede Syamsul Mujahidin.
Tim juga didampingi oleh Mitra Kerja Komisi V antara lain Kasubdit Prasarana Bandara Udara Cecep Kurniawan, Direktur Jembatan Hedy Rahadian dan Direktur PSDM Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Priyono.
[ian/***]